jump to navigation

IPB ke Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia Juni 11, 2009

Posted by study99 in Uncategorized.
add a comment

IPB ke Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia

27/03/2009 9:04 WIB oleh ANTARA Sumut Kategori: Pendidikan Tinggalkan Pesan Bogor (ANTARA News) -Tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menjadi finalis kompetisi teknologi pangan antarbangsa dan berkesempatan untuk berlaga pada puncak kompetisi itu di Amerika Serikat pada Juni mendatang. Juru bicara IPB Ir Henny Windarti, MSi dalam keterangannya kepada ANTARA di Bogor, Kamis menjelaskan kompetisi ini adalah bagian dari agenda tahunan Institut Teknologi Pangan atau Institute of Food Technologists (IFT Annual Meeting and Food Expo) yang tahun ini diselenggarakan di kota Anaheim, California, Amerika Serikat pada 6-9 Juni 2009. Keempat mahasiswa yang menorehkan prestasi gemilang itu adalah Galih Nugroho, Ari Try Purbayanto, Riza Aris Apriady, Catherine Haryasyah, dan Kamalita Pertiwi. Wakil IPB itu adalah mahasiswa/i program S1 dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. “Mereka berhasil lolos sebagai finalis pada ajang `Institute Food Technologist Student Association Developing Solutions for Developing Countries Competition`,” katanya. Tim ini mengusung judul penelitian “Healthy Instant Noodle from Corn with High Protein and Rich Iron for Pregnant Women to Prevent Lost Generation in Southeast Asia”. Menurut Galih Nugroho, salah satu anggota tim, ajang itu merupakan kompetisi inovasi pengembangan produk ataupun proses pangan yang diikuti oleh berbagai tingkatan strata mahasiswa, mulai dari program sarjana hingga doktoral, dimana seluruh tim diseleksi berdasarkan hasil tulisan ringkasan inovasi produk dan proses yang dibuat. “Tim kami telah melalui seleksi ketat melalui proposal yang diajukan dengan `reviewer` yang berasal dari kalangan industri, akademisi, badan pemerintah, dan lembaga antarbangsa di bidang pangan dari Amerika Serikat,” katanya. Selain itu, mereka juga sukses menyisihkan proposal lainnya yang berasal dari China, Meksiko, Afrika Selatan, Italia, Belanda, Kolumbia, dan Lebanon. Tim yang lolos yakni tiga tim finalis yang berasal dari Amerika Serikat, dan tiga tim finalis dari seluruh dunia selain Amerika Serikat yang salah satunya tim mahasiswa IPB. Selanjutnya finalis diharuskan mengirimkan makalah lengkap pengembangan produk dan prosesnya, kemudian dipaparkan langsung di hadapan dewan juri dengan membawa contoh produk. (*)

Siswa SMK Bisa Lahirkan Karya Inovatif Juni 12, 2009

Posted by study99 in Uncategorized.
add a comment

depdiknasSiswa SMK ternyata mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! Sekali lagi SMK Bisa!!!.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo ketika membuka Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional ke-17 dan Pameran Kreasi Siswa SMK Tahun 2009, Kamis (21/5). Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Direktur PSMK Joko Sutrisno, mantan mendikbud Wardiman
Djojonegoro.

Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Tingkat Nasional dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, jelas mendiknas.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara SMK dengan mitra industri. Kami percaya, tujuan tersebut dapat tercapai karena semua stakeholders telah mendukung dan mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Mendiknas juga mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat International melalui World Skill Competition (WSC). “Ajang LKS ini dapat pula dijadikan promosi tamatan SMK kepada para pengguna lulusan, sehingga tamatan SMK dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, tegasnya.

Bersamaan dengan LKS ini diselenggarakan pula Pameran Kreasi Siswa SMK yang merupakan kegiatan sinergi SMK dengan para mitra industrinya.

LKS siswa SMK yang meliputi bidang Teknologi, Bisnis, Pariwisata, Pertanian dan Seni Kria merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumberdaya manusia.

Mendiknas menyatakan, melalui pameran ini kita dapat melihat bahwa siswa SMK bisa menunjukkan kemampuannya dan diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus berkreasi melahirkan karya karya inovatif yang bermanfaat.

“Mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! sekali lagi “SMK Bisa!!!

Kegiatan LKS dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini diharapkan dapat berlanjut di tahun tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mitra industri dan partisipasi pihak Pemda, sehingga harapan terciptanya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi, mencintai bangsa dan negara Indonesia serta mampu berkompetisi di era global dapat terwujud.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memupuk persahabatan, meningkatkan jiwa sportifitas dan menumbuhkan kebersamaan, baik secara individu maupun kelembagaan. Kebersamaan ini akan berdampak baik pada kesamaan gerak dan langkah stakeholders dalam mengembangkan pendidikan kejuruan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, mendiknas menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada mitra industri, instansi terkait, maupun individu-individu yang telah mendukung pelaksanaan LKS dan Pameran ini.

weleh2….. cucah ommm…. Juni 11, 2009

Posted by study99 in Uncategorized.
add a comment

weleh2…..
cucah ommm….

Teknologi Pertanian Makin Canggih Petani Harus Berpola Pikir Agribisnis Maret 7, 2009

Posted by study99 in Uncategorized.
add a comment

Teknologi Pertanian Makin Canggih Petani Harus Berpola Pikir Agribisnis
(28-06-2006) -
Teknologi pertanian sekarang ini lebih canggih sehingga diperlukan keahlian khusus dalam menggunakan teknologi
tersebut, oleh karena itu teknologi pertanian semacam inilah yang akan diberikan dalam program kemitraan antara pihak
mitra kerja dengan para petani.
Dengan demikian diiharapkan para petani akan menjadi lebih pintar, tidak hanya itu-itu saja pengetahuannya mengenai
pertanian dari dulu sampai sekarang. Tetapi mulai sekarang para petani dari segala bidang pertanian harus berpola pikir
agribisnis.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX ketika mengadakan dialog dengan petani tembakau
Virginia Kecil (Viki) siang tadi (Selasa, 27/6) di Basecamp Penjualan Tembakau Virginia Kecil (Viki) Watu Budeg,
Gayamharjo, Prambanan, Sleman.
Lebih lanjut Paku Alam IX mengatakan, saat ini Pemerintah menjalin kemitraan untuk meningkatkan etos kerja para
petani yang selama ini waktunya masih tersisa banyak tetapi terbuang percuma. Kalau waktu yang terbuang tersebut
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan sendirinya produktifitasnya juga akan lebih tinggi. Menurut Wagub etos
kerja inilah yang lebih penting harus ditingkatkan dan dikembangkan.
Untuk mewujudkan itu para petani memang harus dibina secara bertahap atau setahap demi setahap namun tepat
sasaran. Jangan hanya asal bina saja, karena dengan pembinaan yang tepat, dengan obyek yang tepat pula pasti akan
memberikan hasil yang optimal. Sebagai contoh para petani tembakau Viki yang ada di Prambanan dan sebagaian
Gedangsari ini, dilahan yang kering dan kurang air ternyata mampu memberikan hasil tambahan yang lebih besar bagi
para petani diluar usaha pertanian pokoknya di musim penghujan. Sebab lanjut Wagub yang paling senang kalau
meninjau perkebunan tembakau, lahan yang sempit ini kalau musim penghujan ditanami padi atau palawijo, setelah
dipanen kemudian ditanami tembakau Viki, dan ternyata hasilnya lebih besar jika dibandingkan dengan hasil pertanian
utamanya.
Hal seperti itu memang diakui oleh Prijo dan Ciptomiharjo warga Dawung, Serut, Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
yang saat itu baru saja menjual hasil panen tembakaunya kepada PT Sadana. Mereka menanam tembakau Viki mulai
musim kemarau ini dan sekarang telah memanen tembakaunya. Lahan dengan luas 1200 meter persegi kalau ditanami
kacang tanah hanya menghasilkan kurang dari 2 kwintal kacang basah yang kalau dirupiahkan sekitar Rp. 800.000,-
ternyata dengan tembakau ini dilahan yang bagus mampu menghasilkan Rp.2, 9 juta sekali tanam, sebab rata-rata
perkilogramnya yang paling bagus mencapai Rp. 33.000,-per kilogram hanya dengan sekali pupuk, 1 batang 7 kali petik,
sekali petik 5 lembar daun dilakukan 5 hari sekali.
Wagub menambahkan, bahwa hasil seperti ini saja dapat dicapai selagi sebagian warga baru saja tertimpa bencana
alam, sehingga masih dalam keadaan trauma, stress dan sebagainya, jadi apabila nanti kondisinya sudah pulih dan
kembali tenang, tentunya para petani dapat lebih giat lagi dalam bertani tembakau Viki, dan hasilnya pasti juga akan
lebih baik lagi. Sekali lagi Wagub menekankan, jika trauma itu nanti berangsur-angsur hilang hendaknya bentuk-bentuk
kebersamaan, kegotongroyongan yang nampak seperti sekarang ini harus tetap kita pertahankan. Demikian juga
dengan kemitraan yang kita jalin dengan Sampurna ini, yang telah membina para petani tembakau viki khususnya, betulbetul
dapat kita terima dengan senang hati jangan sampai seperti kemitraan lain yang kadang-kadang malah membuat
konflik diantara kita. Disinilah lanjut Wagub, peran pemerintah menjadi sangat penting untuk menghubungkan warga
masyarakat dengan pihak swasta kemitraan.
Sementara itu Manajer Area PT. Sadana Yogyakarta, Kuswanto dan Supervisor Budidjono kepada reporter pemda diy.
go-id menjelaskan, pengembangan tanaman tembakau Viki tersebut adalah dilahan-lahan marginal atau daerah yang
kering dan atau miring di daerah Sleman, Gunungkidul dan sebagian Bantul. Untuk tahap pertama dikembangkan oleh
408 petani yang ada di Gayamharjo, Wukir Prambanan, Sleman sekitar 90 petani, sebagian Panggang dan Gedangsari,
Kabupaten Gunungkidul.
Adapun tujuan pengembangan tanaman tembakau Viki ini adalah bukanuntuk mengganti pola tanam yang selama ini
dilakukan para petani, tetapi merupakan pengisi kekosongan di musim kemarau atau dalam hitungan Jawa dikenal
dengan mongso kesongo, karena dimusim seperti ini air sudah mulai kurang, jadi setelah padi dan jagung selsai dipanen
baru tembakau ini. Mengenai bibit dan pupuk sudah disediakan perusahaan hingga pemasarannya juga ditanggung
dengan harga sesuai dengan harga pasaran.
Untuk pengembangan tahun 2007 rencananya akan dikembangkan di Panggang, Paliyan, Playen dan Saptosari,
Kabupaten Gunungkidul, dengan target kira-kira akan mencapai 400 hektar. Dalam 2 bulan mendatang diharapkan hal
ini sudah akan disosialisasikan kepada para petani.
Paku Alam IX diakhir dialognya mengharapkan agar sebagian warga petani penanam tembakau Viki yang telah
membuktikan sendiri hasil yang dicapainya dalam mengembakan tanaman tembakau Viki, dapat menyampaikan secara
gethok tular kepada sesama petani yang lain, sehingga nantinya diharapkan akan dapat berkembang dengan sendirinya.
Pemerintah juga akan memfasilitasi sedikitlah mengenai penyebarluasan informasi ini, namun dengan cara gethok tular
inilah dirasa akan lebih gampang lagi. “ Saya yakin kalau memang hasilnya itu menjanjikan dan kebetulan mitra
kita itu sanggup untuk memberikan pembinaan yo uwis itu namanya tumbu oleh tutup.” kata Paku Alam IX.
Disela-sela dialog, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX yang didamping Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir.
Sunardi, MM dan stafnya berkali-kali mencoba tembakau Virgi Kecil (Viki) dengan menyulut tembakau yang di ambil dan
di hirup dalam-dalam baunya.
http://www.pemda-diy.go.id/berita/article.php?sid=2843
dikutip dari: http://www.indonesia.go.id/id – REPUBLIK INDONESIA Powered by Joomla Generated: 7 March, 2009, 09:08

Rehidrasi Pati September 9, 2008

Posted by study99 in Uncategorized.
add a comment

Kamis, 2008 Juli 31
Rehidrasi pati

Rehidrasi pati adalah proses penyerapan air kembali ke dalalam bahan kering atau pati yang sebelumnya telah mengalami gelatinisasi. Pati yang telah mnegalami gelatinisasi tersebut dapat di keringkan , tetapi pati tersebut tidak memiliki sifat-sifat sebelum mengami gelatinisasi dan masih mampu mneyerap air dalam jumlah yang besar. Dengan demikian prinsip rehidrasi sama dengan proses gelatinisasi, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi rehidrasi sama dengan faktor-faktor yang mempengeruhi gelatinisasi, yaitu, suhu, ukuran partikel, konsentrasi, pH, dan komponen lainnya seperti gula, lemak, asam lemak, dan protein.

Butiran pati yang telah di keringkan sampai kadar air 8-9 persen dari berat bahan akan cepat mengalami rehidrasi ketika dicampurkan dengan air mendidih. Dan produk cepat masak mengalami rehidrasi apabila butiran pati mempunyi ukuran yang lebih kecil serta di tambah air mendidih pada kisaran 190oF – 210oF ( 73,5-116,7oC).

Produk yang proses rehidrasinya cepat seperti: tepung sereal yang mempunyai tekstur yang baik serta mempunyai rasa dan aroma yang baik, atau dengan kata lain mempunyai mutu yang tinggi. Sereal yang mengalami rehidrasi, rasa dan bentuknya tidak seperti tepung tetapi seperti bubur.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.