jump to navigation

Teknologi Pertanian Makin Canggih Petani Harus Berpola Pikir Agribisnis Maret 7, 2009

Posted by study99 in Uncategorized.
trackback

Teknologi Pertanian Makin Canggih Petani Harus Berpola Pikir Agribisnis
(28-06-2006) -
Teknologi pertanian sekarang ini lebih canggih sehingga diperlukan keahlian khusus dalam menggunakan teknologi
tersebut, oleh karena itu teknologi pertanian semacam inilah yang akan diberikan dalam program kemitraan antara pihak
mitra kerja dengan para petani.
Dengan demikian diiharapkan para petani akan menjadi lebih pintar, tidak hanya itu-itu saja pengetahuannya mengenai
pertanian dari dulu sampai sekarang. Tetapi mulai sekarang para petani dari segala bidang pertanian harus berpola pikir
agribisnis.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX ketika mengadakan dialog dengan petani tembakau
Virginia Kecil (Viki) siang tadi (Selasa, 27/6) di Basecamp Penjualan Tembakau Virginia Kecil (Viki) Watu Budeg,
Gayamharjo, Prambanan, Sleman.
Lebih lanjut Paku Alam IX mengatakan, saat ini Pemerintah menjalin kemitraan untuk meningkatkan etos kerja para
petani yang selama ini waktunya masih tersisa banyak tetapi terbuang percuma. Kalau waktu yang terbuang tersebut
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan sendirinya produktifitasnya juga akan lebih tinggi. Menurut Wagub etos
kerja inilah yang lebih penting harus ditingkatkan dan dikembangkan.
Untuk mewujudkan itu para petani memang harus dibina secara bertahap atau setahap demi setahap namun tepat
sasaran. Jangan hanya asal bina saja, karena dengan pembinaan yang tepat, dengan obyek yang tepat pula pasti akan
memberikan hasil yang optimal. Sebagai contoh para petani tembakau Viki yang ada di Prambanan dan sebagaian
Gedangsari ini, dilahan yang kering dan kurang air ternyata mampu memberikan hasil tambahan yang lebih besar bagi
para petani diluar usaha pertanian pokoknya di musim penghujan. Sebab lanjut Wagub yang paling senang kalau
meninjau perkebunan tembakau, lahan yang sempit ini kalau musim penghujan ditanami padi atau palawijo, setelah
dipanen kemudian ditanami tembakau Viki, dan ternyata hasilnya lebih besar jika dibandingkan dengan hasil pertanian
utamanya.
Hal seperti itu memang diakui oleh Prijo dan Ciptomiharjo warga Dawung, Serut, Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
yang saat itu baru saja menjual hasil panen tembakaunya kepada PT Sadana. Mereka menanam tembakau Viki mulai
musim kemarau ini dan sekarang telah memanen tembakaunya. Lahan dengan luas 1200 meter persegi kalau ditanami
kacang tanah hanya menghasilkan kurang dari 2 kwintal kacang basah yang kalau dirupiahkan sekitar Rp. 800.000,-
ternyata dengan tembakau ini dilahan yang bagus mampu menghasilkan Rp.2, 9 juta sekali tanam, sebab rata-rata
perkilogramnya yang paling bagus mencapai Rp. 33.000,-per kilogram hanya dengan sekali pupuk, 1 batang 7 kali petik,
sekali petik 5 lembar daun dilakukan 5 hari sekali.
Wagub menambahkan, bahwa hasil seperti ini saja dapat dicapai selagi sebagian warga baru saja tertimpa bencana
alam, sehingga masih dalam keadaan trauma, stress dan sebagainya, jadi apabila nanti kondisinya sudah pulih dan
kembali tenang, tentunya para petani dapat lebih giat lagi dalam bertani tembakau Viki, dan hasilnya pasti juga akan
lebih baik lagi. Sekali lagi Wagub menekankan, jika trauma itu nanti berangsur-angsur hilang hendaknya bentuk-bentuk
kebersamaan, kegotongroyongan yang nampak seperti sekarang ini harus tetap kita pertahankan. Demikian juga
dengan kemitraan yang kita jalin dengan Sampurna ini, yang telah membina para petani tembakau viki khususnya, betulbetul
dapat kita terima dengan senang hati jangan sampai seperti kemitraan lain yang kadang-kadang malah membuat
konflik diantara kita. Disinilah lanjut Wagub, peran pemerintah menjadi sangat penting untuk menghubungkan warga
masyarakat dengan pihak swasta kemitraan.
Sementara itu Manajer Area PT. Sadana Yogyakarta, Kuswanto dan Supervisor Budidjono kepada reporter pemda diy.
go-id menjelaskan, pengembangan tanaman tembakau Viki tersebut adalah dilahan-lahan marginal atau daerah yang
kering dan atau miring di daerah Sleman, Gunungkidul dan sebagian Bantul. Untuk tahap pertama dikembangkan oleh
408 petani yang ada di Gayamharjo, Wukir Prambanan, Sleman sekitar 90 petani, sebagian Panggang dan Gedangsari,
Kabupaten Gunungkidul.
Adapun tujuan pengembangan tanaman tembakau Viki ini adalah bukanuntuk mengganti pola tanam yang selama ini
dilakukan para petani, tetapi merupakan pengisi kekosongan di musim kemarau atau dalam hitungan Jawa dikenal
dengan mongso kesongo, karena dimusim seperti ini air sudah mulai kurang, jadi setelah padi dan jagung selsai dipanen
baru tembakau ini. Mengenai bibit dan pupuk sudah disediakan perusahaan hingga pemasarannya juga ditanggung
dengan harga sesuai dengan harga pasaran.
Untuk pengembangan tahun 2007 rencananya akan dikembangkan di Panggang, Paliyan, Playen dan Saptosari,
Kabupaten Gunungkidul, dengan target kira-kira akan mencapai 400 hektar. Dalam 2 bulan mendatang diharapkan hal
ini sudah akan disosialisasikan kepada para petani.
Paku Alam IX diakhir dialognya mengharapkan agar sebagian warga petani penanam tembakau Viki yang telah
membuktikan sendiri hasil yang dicapainya dalam mengembakan tanaman tembakau Viki, dapat menyampaikan secara
gethok tular kepada sesama petani yang lain, sehingga nantinya diharapkan akan dapat berkembang dengan sendirinya.
Pemerintah juga akan memfasilitasi sedikitlah mengenai penyebarluasan informasi ini, namun dengan cara gethok tular
inilah dirasa akan lebih gampang lagi. “ Saya yakin kalau memang hasilnya itu menjanjikan dan kebetulan mitra
kita itu sanggup untuk memberikan pembinaan yo uwis itu namanya tumbu oleh tutup.” kata Paku Alam IX.
Disela-sela dialog, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX yang didamping Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir.
Sunardi, MM dan stafnya berkali-kali mencoba tembakau Virgi Kecil (Viki) dengan menyulut tembakau yang di ambil dan
di hirup dalam-dalam baunya.
http://www.pemda-diy.go.id/berita/article.php?sid=2843
dikutip dari: http://www.indonesia.go.id/id – REPUBLIK INDONESIA Powered by Joomla Generated: 7 March, 2009, 09:08

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.